Ternyata (mungkin memang sudah nyata dari dulu) ada juga diantara kita yang bernasib malang saat memasuki bulan Ramadhan. Mereka itu adalah para karyawan usaha kecil yang bergerak dibidang makanan. Pasalnya mereka terpaksa harus dirumahkan sementara waktu karena tempat mereka bekerja tidak melakukan produksi.
Alasan utamanya adalah produk makanan tersebut tidak mungkin akan laku terjual secara signifikan saat bulan Ramadhan. Sebut saja contohnya Bubur Ayam. Ya, rasanya memang tidak masuk diakal jika mereka harus menjajakan makanan tersebut pada malam hari. Disiang hari? Alamat bisa dikeroyok.

Kerja libur, upah libur. Makan? Tentu mereka tak mampu libur untuk urusan yang satu itu. Mereka bahkan harus memikirkan perut anggota keluarga. Hey, bukankah mereka juga kepingin, nanti pada saat lebaran menghadiahi baju baru untuk anak-anaknya?

Yang sangat menyedihkan lagi adalah, mereka tidak menerima kado THR dari para majikannya. Maklum karyawan lepas yang nasibnya benar-benar lepass.
Lepas dari kemewahan, lepas dari kebahagiaan.

Bang Sulam harus bisa lebih prepare dengan kondisi ini, jauh-jauh hari menjelang Ramadhan tiba.
Semoga Bang Sulam tidak lepas dari Kasih Sayang-Nya.
Semoga Bang Sulam dapat rezeki yang ‘tak terduga-duga’.
Semoga Bang Sulam tetap bisa ‘berdagang’ kebaikan di Bulan Suci Ramadhan.
——–

Terinspirasi dari Film “Tukang Bubur Naik Haji”